Labels

Coretan Pena Penyanyi Cafe Dalam Sisa Semangat


BALADA PENYANYI CAFE

Tulisan ini dibuat sebagai ungkapan hati dari seorang penulis yang telah mempertaruhkan jati dirinya sebagai seorang penyanyi cafe selama 17 tahun. Arti mempertaruhkan adalah rela kehilangan waktu, tenaga, pikiran, hubungan sosial, status sosial, pendidikan, strata ekonomi, dll.

Tugas Penyanyi Cafe Adalah Melayani.

Menjadi seorang penyanyi cafe seperti seorang pelayan di sebuah restaurant, yang siap melayani pesanan apa saja sesuai yang tertera di daftar menu. Mungkin dia tidak bisa membawakan semua lagu yang diminta, melainkan apa yang sudah pernah didengar, dipelajari dan dicobanya. Yang pasti, penyanyi cafe identik dengan membawakan lagu milik orang lain yang dibawakannya sesuai dengan permintaan telinga dari pengunjungnya.

Penyanyi Cafe sebagian besar disewa jasanya oleh pemilik tempat sebagai pelengkap dari sebuah rumah usaha. Contohnya sebuah restaurant, pemilik usaha berharap dengan menghadirkan penyanyi cafe ini dalam performa suara dan visualnya mampu mendongkrak pengunjung untuk datang di rumah usahanya. Jadi selain daftar menu yang komplit, sajian dan rasa menu yang mantap, dekorasi yang keren, pelayanan yang prima, suasana yang nyaman, juga diharapkan mendapatkan kelengkapan dengan performa suara dan tampilan hiburan yang menarik.

Skala Kualitas Yang Dibutuhkan.

Sebagai seorang penyanyi cafe tidaklah mudah untuk menjaga performa tetap prima. Skala waktu keprimaan tidak hanya diukur dari waktu saat tampil yang rata-rata sekitar 2 atau 3 x 45 menit ini saja, namun juga lamanya eksistensi sebagai seorang penyanyi cafe. Kualitas seorang penyanyi cafe ditentukan oleh kemampuannya memproduksi suara yang baik, tingkat kepuasan atas kemampuannya menghibur yang selalu baik, ketahanan fisik dan suara dalam durasi sewa jasa yang telah ditentukan, penampilan wajah dan tubuh yang selalu menarik, serta etika yang baik selama waktu kehadirannya. Nah, kualitas yang minimal sama setiap tampil disepanjang karirnya ini, banyak ditemui kecenderungan menurun dari tahun ke tahun. Dan yang lebih parahnya, ditambah dengan semakin banyaknya pesaing dari kalangan muda dan pendatang baru yang membawa warna dan kualitas penampilan yang lebih baik, tentulah mengancam skala eksistensi (keberadaan) penyanyi cafe yang mulai beranjak senior ini untuk tetap bertahan.

Kita harus sadari, bahwa penyanyi cafe adalah sebuah jasa yang sebagian besar tidak tampil satukali lalu selesai, namun akan kembali dan kembali tampil dalam lingkungan yang sama, namun dituntut untuk minimal berkualitas yang sama baiknya. Meskipun label harga jasa regular ini jauh lebih kecil daripada ketika seorang penyanyi tampil di sebuah acara event, namun penilaian kualitas bersifat menetap, artinya akan didasarkan pada kualitas saat pertama kali tampil di tempat itu. Berbeda dengan Event, dimana dengan harga jasa yang jauh berlipat dibanding harga regular, kualitas yang diharapkan adalah sesuai dengan yang diinginkan penyewanya terhadap tema dan jenis acaranya, serta telah lolos proses tender (presentasi, penilaian dan pembandingan). Penyanyi cafe tidak perlu terbeban menjadi bintang seperti di event, namun cukup menjadi wakil dari tuan rumah di sebuah rumah usaha tersebut untuk melayani tamu dalam bentuk dan rentang waktu kontrak jasa yang telah disepakati.

Sebagai Seniman Atau Pekerja Seni?

Sebagai seorang pelayan terkadang bertolak belakang dengan jiwa seorang seniman. Meskipun banyak penyanyi cafe yang menolak disebut seorang seniman melainkan seorang pekerja seni, namun tetaplah dia adalah seorang seniman. Seniman adalah orang yang menciptakan karya seni, meskipun keberadaannya dalam ruang kapitalisme (dibentuk oleh tuntutan industri dan bergerak karena upah).
Namun demikian, istilah yang berkembang diantara musisi khususnya penyanyi cafe yang melabelkan dirinya seorang pekerja seni tidaklah perlu ditampik, mengingat segala yang dikorbankan (waktu, tenaga dan pikiran) merasa dibatasi kebebasan berkaryanya dan merasa ditentukan tentang bentuk, ruang, warna dan nilainya.

Seniman menurut Wikipedia adalah istilah subyektif yang merujuk kepada seseorang yang kreatif, inovatif, atau mahir dalam bidang seni. Penggunaan yang paling kerap adalah untuk menyebut orang-orang yang menciptakan karya seni, seperti lukisan, patung, seni peran, seni tari, sastra, film dan musik. Seniman menggunakan imajinasi dan bakatnya untuk menciptakan karya dengan nilai estetik. Ahli sejarah seni dan kritikus seni mendefinisikan seniman sebagai seseorang yang menghasilkan seni dalam batas-batas yang diakui.

Wiktionary mendefinisikan seniman (artis) sebagai kata benda sebagai berikut:
1. Seseorang yang membuat seni
2. Seseorang yang membuat seni sebagai sebuah pekerjaan
3. Seseorang yang terampil di beberapa kegiatan

Jadi seorang artis pasti akan menghasilkan sebuah bentuk karya seni, yang bisa dinikmati oleh para penggemarnya, baik berupa lukisan, musik, foto, film dan lainnya. Sedangkan penggunaan kata artis di Indonesia sering digunakan kepada setiap orang yang sering tampil di televisi untuk menghibur, kemudian disebut sebagai artis.

Terkadang seorang aktor atau aktris juga sering disebut sebagai artis (seniman), karena akting adalah bukan bagian dari seni, akting hanya diarahkan oleh sutradara yang telah membuat naskah dan storyboard. Menurut Morgan Freeman seorang aktor senior, pemeran Lucius Fox dalam film trology Batman karya Christopher Nolan, menyatakan bahwa akting adalah sebuah kerajinan atau sebuah bentuk penafsiran.

Aneka pendapat lain tentang pendefinisian Seniman dan Pekerja seni seperti:

Tetapi apapun istilahnya, penyanyi cafe haruslah merasa bahwa dirinya adalah seniman, yang tak akan ada waktu pensiun atau batas produktifitas. Istilah sebagai pekerja seni dapat menjadi belenggu bagi kreatifitas maksimal yang dapat dibuat setiap waktu. Mengapa? Karena merasa bahwa dirinya seorang pekerja yang bergerak dan berkarya sesuai waktu dan ruang yang diberikan, tanpa progres dalam kontinyuitasnya, dan berupaya seharga upah yang diberikan. Jika seorang penyanyi cafe dapat menanamkan dirinya sebagai seorang seniman, maka dia akan terus menciptakan yang terbaik, berupaya selalu untuk mendapat perhatian dan kepuasan penikmatnya tanpa memandang nilai yang akan diterimanya, serta percaya bahwa apa yang ditabur akan menuai hasil serupa. Artinya bahwa seorang penyanyi cafe janganlah bersugesti sebagai pekerja, pelengkap usaha dan bagian dekorasi rumah usaha, melainkan bersugestilah sebagai seniman (artis) yang selalu berfikir tentang bagaimana menghasilkan karya yang terbaik dari bahan baku yang sudah ada.

Wajah Eksistensi Penyanyi Cafe.

Menjadi penyanyi cafe sulit menjadi kaya, mungkin pendapat ini dapat dibenarkan, karena ketika mengkalkulasi nilai uang yang diperoleh terhadap segala kebutuhan untuk mendukung biaya hidup dan perawatan (suara, penampilan, situasi dan kondisi) akan berasa minus. Namun, hal ini dikembalikan diri sendiri bagaimana membuat managemen waktu yang baik dalam kehidupannya. Membagi antara waktu belajar, latihan, perawatan, istirahat, perhatian ke keluarga dll, itu haruslah berimbang dan konsisten. Karena banyak ditemui penyanyi cafe yang kebingungan ekonomi sehingga berdampak pada kualitas performanya dari waktu ke waktu. Andaikan saja management waktu yang baik diterapkan, akan banyak dijumpai cara-cara paling murah dan efektif untuk mempersiapkan segala kebutuhan hidup termasuk pemenuhan kebutuhan performa sebagai seorang seniman panggung.

Berbicara tentang karya yang dibuat seorang penyanyi cafe, bentuk yang dihasilkan tidaklah lepas dari pengaruh peran partner seninya seperti musisi pengiring, soundsistem, penikmat, kondisi-suasana tempat serta tata peraturan pemilik usahanya. Disinilah diperlukan kemampuan untuk menyelaraskan atas apa yang dibebaskan dan yang dibatasi, serta kedewasaan diri untuk menjaga tetap mampu berkarya dalam skala yang tetap terjaga baik meskipun dalam perubahan situasi yang tidak dikehendaki. Tidak perlu pengalaman untuk mendapatkan wawasan ini, melainkan diperlukan kesiapan dan kemauan tinggi untuk terus belajar dan berusaha.
Ingatlah, bahwa seorang yang berkualitas tinggi adalah yang mampu menjawab sebuah tantangan yang bertubi-tubi datang padanya.

Perlu Membuat Dokumentasi Seni.

Kadangkala apa yang kita tampilkan dalam kapasitas sebagai penyanyi cafe di sebuah waktu dan tempat, tidak seperti apa yang diharapkan. Mungkin saja tema yang wajib disajikan bukanlah tema dimana kita dapat mampu tampil maksimal seperti apa yang mampu kita berikan. Atau mungkin situasi dan kondisi yang seharusnya menguatkan kualitas tampil malah melemahkan, seperti kualitas musik, soundsistem dll. Namun sebenarnya hal ini tidak kemudian dibiarkan atau bahkan ditinggalkan. Ingatlah bahwa kita adalah bekerja. Jadi perlu kemampuan diri untuk dapat berdiri tegak di dua status itu dengan baik, yaitu sebagai pekerja dan juga sebagai seniman.

Kita disamping perform live setiap waktu, kita pun memerlukan sebuah media untuk menuangkan bentuk apa yang sebenarnya maksimal dari yang kita punyai dalam sebuah dokumentasi seni. Dokumentasi seni berbeda dengan dokumentasi portofolio. Kalau dokumentasi portofolio, kita merekam jejak karya kita ketika kita perform baik berupa foto, audio atau video, untuk kepentingan identifikasi dan bahan promosi, namun dokumentasi seni adalah sebuah dokumentasi yang kita buat sebagai bentuk karya audio/video yang dapat dinikmati sebagai bentuk perwakilan dari kualitas maksimal atas kemampuan seni yang kita miliki, dan dapat dinikmati orang lain tanpa diperlukan kehadiran fisik kita.
Nah, dokumentasi seni inilah merupakan perwakilan dari siapa kita secara kualitas sebagai seorang seniman, dalam skala yang didapat melalui wawasan dan pengalaman, tanpa dipedulikan terhadap batasan-batasan yang ada. Sayangnya banyak penyanyi cafe yang tidak memanfaatkan upaya ini, selain terus menggulirkan dirinya sebagai pekerja yang lambat laun tidak disadarinya bahwa waktu dan kapitalisme menggerus kemampuannya semakin menurun dan terkubur oleh keberadaan pendatang baru yang berkualitas, lebih bergairah dan membawa warna baru.

Jadi, dari uraian diatas, tulisan ini mengisahkan tentang sebuah gambaran padat tentang balada seorang penyanyi cafe yang baru menyadari bahwa, apa yang telah dilakukan dan akan tetap terus dilakukan ini adalah sebuah pilihan. Semua harga atas kemampuan tidak dapat disematkan oleh kita sendiri, melainkan oleh orang lain terhadap apa yang bisa kita berikan (Skala Produktifitas). Oleh karenanya, diperlukan management waktu untuk membuat eksistensi sebagai seniman ini tetap terus dapat berkarya yang terbaik tanpa ditaklukkan oleh uang dan kebutuhan hidup. Dan seniman berarti ada karya yang dapat dinikmati baik dalam dokumentasi seni maupun dalam live performanya.
Selalu yakin bahwa, seberapa nilai yang kita persembahkan akan mendapat nilai serupa. Meski tidak sekarang, melainkan nanti.

Oleh: Krisna

Jasa Musik Seperti Menjual Makanan




   Sebuah grup musik adalah kelompok sosial yang dibangun dengan tidak mudah. Karena diperlukan managemen yang baik, orientasi yang efektif, kualitas yang tinggi, soliditas yang kuat & nilai manfaat yang besar.
   Managemen grup meliputi sosial, keuangan, pemasaran, sumber daya, dan waktu. Sedangkan soliditas diraih atas dasar kesamaan rasa & kekompakan misi & visi (orientasi).
   Orientasi grup musik berbeda-beda, yang tujuan utamanya tetep sama, yaitu mendapatkan kepuasan atas keberhasilan meraih apa yang diinginkan. Orientasinya adalah kepuasan pribadi atas hasil dari implementasi kemampuan & ekspresinya dalam bermusik. Dari berbagai macam orientasi bermusik salah satunya adalah menjadi bagian dalam jasa hiburan lokal. Semakin luas jangkauan pasarnya, maka semakin besar pula daya saing yang harus dihadapi.
   Kualitas tampil tidak lagi menjadi yang utama bagi grup ini, melainkan pengaruhnya bagi publik & Industri lain yang terkait terhadap keberadaan grup ini, bagi sebuah konsistensi. Meskipun tidak menjadi faktor utama, namun kualitas tetap menjadi landasan atas terciptanya nilai yang baik atas grup tersebut, bagi sebuah eksistensi. Konsistensi dapat diraih karena eksistensi yang terjaga kualitasnya. Namun eksistensi yang baik saja belum menjadi jaminan untuk meraih konsistensi, ketika nilai pengaruhnya semakin menurun.
   Nilai manfaat inilah yang menjadi faktor utama bagi bertahannya eksistensi dalam dunia jasa yang diterjuni. Nilai manfaat terdiri atas 3 ruang lingkup; perusahaan penyedia jasa, customers dan publik. Jangkauan publik atau biasa disebut dengan penggemar tidak mudah untuk diraih. Perlu kekuatan ekstra untuk meraih dan mempertahankanya dibanding 2 ruang nilai manfaat yang lain. Dan ruang lingkup customer pun tidak mudah pula mencapai nilai manfaatnya dibanding meraih kepuasan perusahaan penyedia jasa.
   Ditengah persaingan yang semakin ketat di tahun ini, perlu kompleksitas upaya demi meraih eksistensi tersebut. Diperlukan kekuatan, mental & pola pikir yang jitu, bagi terciptanya strategi yang efektif & efisien untuk meraihnya.

"Keberhasilan adalah titik bertemunya sebuah kesempatan dan persiapan"
"Luarbiasa adalah titik bertemunya sebuah kualitas dan yang berbeda"
Dan yang "Terbaik adalah sesuatu keberhasilan dan keluarbiasaan bersatu"


Persiapan untuk menentukan sebuah kualitas bersaing

   Memahami ilmu marketing industri musik berbanding lurus dengan ilmu marketing industri makanan. Bedanya hanya fisik diantara keduanya, dimana musik adalah sajian kasat mata yang dapat dirasakan melalui media indera penglihatan dan pendengaran, sedangkan makanan adalah benda padat yang dapat dirasakan melalui media indera penglihatan, penciuman dan perasa. Namun strategi keduanya memiliki persamaan.
   Jika wacana dipersempit pada pokok pembahasan tentang makanan restoran dan musik cafe, semakin mudah terlihat persamaannya. Keduanya memerlukan pola strategi yang sama untuk menarik pelanggannya. Dan pula keduanya memerlukan persiapan di balik layar yang tidak mudah dan perlu waktu panjang. Ada sebuah pendapat bahwa, "orang akan melihat dan menilai sebuah penampilan berdasar 80% kualitas yang dipertontonkannya dan 20% keseriusan persiapannya. Padahal bagi kita pelaku pertunjukan, bahwa "80% energi, materi, waktu dan pikiran habis bagi persiapan dan sisanya untuk pertunjukan". Artinya adalah jika untuk bisa tampil setara 80% kualitas pertunjukan maka diperlukan kualitas persiapan (80/20 x 80%) 320%. Jika dikurangi 20% yang tertangkap penonton/penikmat, maka yang 300% persiapan ada di balik layar & tak terlihat.
   Dari gambaran ringan diatas jelaslah bahwa persiapan yang panjang dan melelahkan (300% persiapan yang tak terlihat) sangat diperlukan bagi terciptanya kualitas pertunjukan yang baik. Diperlukan fokus dan konsentrasi yang optimal bagi pembangunan fondasi yang step by step dilengkapi. Disamping orang lain tidak akan peduli/tertarik dengan sebuah proses yang belum terlihat wujud akhir hasilnya, pula dirasa sangat tidak penting bila pergerakan/proses ini, kita tergantung atas responsibilitas orang lain.
   Berbicara mengenai strategi pertunjukan, berarti sebuah upaya untuk meyakinkan kualitas barang jual kepada penikmat & sukses mendapatkan perhatiannya, dan berakhir dengan terpilih. Jika perlu, strategi tersebut terus ditingkatkan guna terus memenangkan keterpilihannya.
   Setiap penikmat (konsumen), akan mencatat, menganalisa dan membandingkan dengan penjual yang lain. Mereka akan memerlukan waktu untuk proses ini sebelum berlanjut pada keputusannya untuk memilih.Tentu waktu waktu tersebut bervariasi tergantung tingkat keyakinan, kelayakan & kebutuhan konsumen tersebut. Dan untuk mempercepat keputusan & mengunci keyakinan atas pilihannya pada kita, maka diperlukan strategi promosi & kualitas barang jual yang lebih dari kompetitor yang ada.
   Mengamati kedai - kedai makanan saat ini, terlihat mengalami evolusi dalam upayanya menarik pelanggan. Dulu wujud makanan yang akan disajikan tidak terlihat di / dari meja pelanggan. Kemudian makanan mulai dipajang di etalase, lalu berikutnya berupa foto - foto makanan siap saji terpampang di lembar daftar menu. Dan sekarang foto - foto sajian makanan siap santap tersebut tampil menarik pada ukuran yang jauh lebih besar yang menghiasi dinding & di sudut - sudut ruangan.
   Menilik dari fenomena di atas, proposal ataupun media promo bagi jasa musik pun seharusnya demikian. Diperlukan strategi tepat sasaran, yaitu sebuah strategi yang mampu membaca keinginan, kebutuhan dan ketertarikan calon konsumen berdasarkan perkembangan situasi & kondisi yang ada.
   Media sosial & perkembangan teknologi saat ini, sangat diperlukan bagi sarana & percepatan penyampaian informasi produk kita pada masyarakat luas. Jika bahan promosinya kurang tepat & tertutup, makan responsibilitas penerimanya akan nol (sia - sia).
Seperti halnya produk makanan tadi, yang proposal/bahan promosinya tampil layaknya iklan TV yang seolah - olah di sediakan di depan kita yang lagi lapar, atau menciptakan selera baru, atau menarik keinginan untuk mencicipinya.
   Di sinilah diperlukan upaya yang maksimal dan serius, mulai dari managemen, perencanaan, proses pembuatan, kualitas barang jadi, kualitas penyajian, efektifitas bahan promosi & kuantitas media promosi.
Tentu kontinyuitas upaya ini terus dijaga pada kualitasnya yang termaksimal bagi eksistensi yang tetap terjaga hingga peningkatan.


Pentingnya perbedaan untuk meraih eksistensi


   Berbeda itu indah, demikian arti pentingnya variasi dalam alam semesta untuk mememenuhi kebutuhan dinamika bagi kita sebagai mahluk yang dilengkapi rasa & pikiran.
Berbeda membuat kita bebas memilih & atau memadukannya bagi kepentingan & manfaat yang lebih bagi kita.
Namun, berbeda seakan menjadi persoalan yang harus dipecahkan ketika kita berdiri sebagai bagian dari zona objek pilihan.
Memenangkan pilihan, menuntut kita menemukan perbedaan diri diantara sesama, bagi sebuah identitas & kualifikasi paling terdekat dari yang dibutuhkan subjek pemilihnya.
   Berbeda adalah bagi seseorang di dunia karir menuntut kualitas & kuantitas kemampuan yang dimiliki, guna memenangkan pilihan sebagai pribadi yang memiliki kualifikasi yang dibutuhkan bagi pengembangan dan peningkatan bisnis orang yang memilihnya.
Pengembangan dan peningkatan? pasti dong, karena setiap orang secara naluri ingin terus maju, naik dan berkembang, dan tidak berharap sebaliknya.
   So, dengan kemajuan teknologi saat ini, varian baru yang muncul benar - benar tidak terhitung banyaknya, dan kualitasnya pun semakin kuat.
Tidak ada yang tidak mungkin bagi percepatan perkembangan kualitas & kuantitas yang terus meningkat, dikarenakan mudahnya akses untuk mengamati, mempelajari dan mempraktekkan kemampuan diri terhadap orang lain, dan pula sebaliknya.
   Kita sebagai pelaku yang mungkin sudah terlebih dahulu berada pada zona objek, tentu tidak luput dari semakin sempitnya atas peluang terpilih dan-atau bertahan sebagai objek yang dipilih, karena persaingan baru pasti tidak henti-hentinya muncul tanpa mengenal waktu dan musim. Oleh karenanya diperlukan ketanggapan diri dalam kemampuan teknologi bagi upaya terus me-rekondisi diri untuk tanpa henti belajar dan terus belajar.
   Itulah makna sebuah eksistensi yang diraih dengan cara sehat, yaitu terus mengembangkan kapasitas diri dan tampil sebagai pribadi yang berbeda & berkualitas.
Sehat berarti bukan sakit, karena cara kurang tepat / instan / tidak sehat tentu akan mengeroposkan kekuatan fondasi bagi eksistensi kita, yang berakibat robohnya eksistensi bagai bom waktu.
   Tidak mudah memang untuk menemukan atau pula menciptakan sesuatu yang berbeda pada diri kita, karena seluruh orang sedang dan terus berlomba & berpotensi untuk menciptakan hal-hal baru bagi dirinya terhadap orang lain. Yaitu sebuah perbedaan yang sekaligus benilai, yang berpeluang bagi kebutuhan atas varian baru bagi orang lain yang membutuhkan peran kita ke depan.
Namun, semua itu dapat diawali dengan memperkuat eksistensi passion kita masing - masing dan-atau memperdalam pemahaman & empati bagi materi yang sedang kita pelajari & kembangkan.
   Tua memang wajib kita alami, namun kembali muda adalah hak yang difasilitasi Tuhan untuk bisa kita meraihnya. Tidak mudah, perlu kesungguhan, semangat dan upaya keras untuk meraihnya. Tidak henti - hentinya menyerap informasi pada situasi terbaru, dan menciptakan harmoni yang terus menerus dengan para generasi muda penguasa kuota dunia eksistensi karir ke depan tersebut. Memperlebar kemampuan & mempertajam manfaat pengalaman sebagai fondasi bagi terciptanya sebuah perbedaan yang berkualitas, benilai positif & bertanggung jawab.
   Ujung dari perjalanan eksistensi adalah pencapaian harapan. Sebuah harapan yang tak akan pernah diraih tanpa keberhasilan langkah - langkah / pergerakan kecil. Yang mana pijakan baru tak akan bisa diraih tanpa pijakan plus upaya sebelumnya. Jadi marilah kita berpikir sederhana, yaitu berpikir upaya pencapaian jangka pendek, yang berdasar kemampuan, situasi & kondisi yang kita miliki sekarang. Tidak bermanufer terlalu tajam dan tidak pula berlari sekencang badai, namun berstrategi dan bergerak cerdas berdasar kapasitas dan durasi pencapaian berlandaskan upaya yang efektif dan efisien.
   Waktu tidak akan berputar ulang, jadi nikmati dan rasakan segala tantangan dan keberhasilan-kegagalan kecil. Karena berpikir optimal bagi pergerakan dan pembawaan muatan pada kapasitas yang wajar, akan tanpa sadar melatih kecepatan gerak kita bagi sebuah percepatan positif menuju cita - cita yang kita inginkan.
Semoga Tuhan kemudian yang menyelesaikan sisanya. Tuhan memberkati.



By Krisna


Anda Adalah Seorang Penyanyi Cafe Pria, Perhatikan Hal - hal Berikut!



Penyanyi Pria

Profesi penyanyi dalam dunia hiburan terorientasi dalam pelayanan jasa bagi masyarakat penggunanya. Jika dilihat dari sisi bentuk produk visual jasa yang dihasilkannya, maka profesi penyanyi terbagi atas penyanyi rekaman & penyanyi panggung. Penyanyi panggung menggunakan media ekspresinya melalui media panggung pertunjukan, cafe/restaurant hingga privat program.

Seorang penyanyi dalam industri hiburan menempatkan dirinya sebagai produk yang termanagemen secara sendiri atau menjadi bagian dari managemen yang lebih luas di dalam produk hiburan yg sama ataupun berbeda. Yang pasti dalam industri hiburan, penyanyi menempatkan dirinya sebagai produk yang memiliki nilai jual & penghargaan tersendiri.

Sebagai produk tersendiri tentu penyanyi di dalam industrinya dituntut untuk memiliki nilai originalitas & branding yang baik. Agar seorang penyanyi mampu menjadi bagian dalam varian kebutuhan penggunanya yang tereksistensi dengan baik.

Pria sebagai penyanyi panggung menempatkan porsinya sebagai penyampai lirik lagu & visual art bernuansa maskulin, disamping pula menempatkan intonasi nadanya yang kadang lebih mengarah pada nuansa hard, scream, patriotic, gentle, roman, western, hingga melankolis. Suaranya pun dibutuhkan untuk melengkapi varian nada pada range bass, bariton, & tenor. 

Keberadaan penyanyi pria dalam industri rekaman khususnya di Indonesia, baik yang tergabung dalam sebuah band atau solo artis, telah menunjukkan eksistensinya dg baik. Mereka telah mampu membentuk personal loversnya sendiri yang terjaring oleh karya pribadi mereka yg tidak terbatasi oleh jenis musik, aliran, warna, karakter, namun mampu mempengaruhi selera pasar, bahkan hingga membentuk selera pasar yg baru. Bahkan disetiap aksi panggung mereka, penonton yang sengaja datang telah lebih dahulu appresiate dg hasil rekaman yang beredar di masyarakat.
Sehingga tdk terlalu sulit utk mendapatkan perhatian yg kompromistis saat dipanggung, oleh karena faktor pengidolaan yg sudah lebih dulu termindset pada penontonnya.

Namun pada industri yang bergerak pada orientasi jasa musik entertaining khususnya di sebuah cafe, penyanyi pria dituntut lebih untuk memiliki kemampuan menjaring pasar yang tidak mengenalnya. Dia juga harus mampu membuktikan perusahan penyewa jasanya contohnya managemen cafe, bahwa dia mampu mendatangkan pengunjung yang interest terhadap eksistensinya melebihi batas minim pada saat itu. Dia juga harus mampu menjadi pusat perhatian yg lebih oleh pengunjung karena kualitas musikalitas & kemampuan entertainingnya.

Dengan kata lain promo diri, mencari perhatian, pelayanan, menghibur & hingga mencipta tren pada pasar terakumulasi langsung dalam show panggungnya walau dengan lingkup geografis yg jauh lebih kecil. Berbeda dg artis ibukota yg mungkin harus melewati pencitraan, promo rekaman/album, jumpa fans, hingga show panggungnya, yang tentu orientasinya memang pada ruang lingkup yg lebih luas.


Penyanyi Cafe Pria



Anda adalah seorang penyanyi pria yg tergabung dalam sebuah grup band yg kemudian tampil di sebuah regular program di sebuah cafe. Yg pertama-tama perlu dipahami & dimengerti bahwa seringkali kita banyak temui pemilik cafe mengharuskan keberadaan penyanyi perempuan di dalam sebuah kelompok band tersebut sebelum mereka kemudian menyetujui kerjasamanya dengan band anda.
Ini bukan sebuah fenomena atau kesengajaan utk kepentingn pihak-pihak tertentu saja, namun sudah menjadi tradisi & sebuah  psikologis yg sudah tercipta secara alami diantara penikmat, pemilik usaha & pemilik jasa.

Sebuah band yg tidak bertema khusus, dengan para personil musik yang mayoritas pria, dengan suara bass sebagai lead harmonical tunenya, memerlukan singer dengan frekwensi suara yang tidak mendekati frekwensi dari bass. & juga strategi pasar yg orientasi terbesarnya adalah pada kaum the have pria, tentu perlu disadari adanya center art on stage baik secara visual maupun suara yg pilihannya jatuh pd sosok perempuan yg lebih menarik & mungkin bisa dibilang meng"indah"kan stage.
Menyadari hal ini tentu memberikan sebuah pemahaman pada diri sendiri akan sebuah situasi yg mungkin untuk secara umum ini merupakan hal yang wajar saja, sehingga tidak perlu dipermasalahkan.

Namun yang kemudian perlu disadari adalah pada posisi anda saat di stage sebagai 2nd line singer. Oleh karena itu utk membuat eksistensi anda penting, diperlukan kualitas diri yg tinggi. Baik kualitas suara, musikalitas, penguasaan panggung, komunikasi, penampilan, hingga sikap & etika. Dan tentu pula dilengkapi kemampuan advertaising yg baik.

Anda jangan terjebak pada sebuah paradikma tentang posisi anda yg tampak tidak terlalu diperhatikan. Atau berpikir bahwa hanya pengunjung wanita saja yang akan appressiate terhadap penampilan anda, atau pula jelousy terhadap sikap kompromistis dari pelaku pasar terhadap kualitas female singer yg mungkin kadang tidak seselektif dalam penentuan standart kualitasnya daripada terhadap anda. Yg perlu disadari bhw ini adalah sebuah kondisi umum yg berdasar atas nilai statistika, estetika & practising dari pasar terhadaap pelakunya. Oleh karena itu berpikirlah secara realistis, kemudian lakukan yg terbaik dengan membuat ""penuh" peran anda di atas stage dengan hadir menjadi pendukung yg terpenting utk suksesnya tampilan band anda secara menyeluruh.

Lagu2 yg bernuansa maskulin menjadi menu wajib pada songlist anda utk membedakan anda dg songlist female singer band anda. & pula jangan berharap mengajukan lagu yang dalam originalnya dinyanyikan oleh perempuan, karena fungsi anda bukan untuk menjadi pengubah fersi, melainkan sebagai pelengkap untuk mendukung female singer. Disamping mempersiapkan diri anda bila mungkin ada request lagu yg pernah dipopularkan oleh penyanyi pria yang tentu akan mengarah pada anda untuk membawakannya.
Lagu2 duet bertema cinta pun memerlukan keberadaan anda disini. Tentu lengkapi diri anda dengan kemampuan harmoni nada & wawasan lagu-lagu duet yang mungkin saja anda menjadi teman duet tamu perempuan yang tertarik jamming menyanyi on your stage.

Jangan dikira bahwa backing vocal tidak terlalu penting keberadaannya pada sebuah penampiln band2 terkemuka. Backing vocal akan memberikan harmoni nada pada suara lead singer yang dapat memberikan nuansa & menguatkan karakter, warna & rasa terhadap lagu yg sedang dibawakan.
Jadi disinilah diperlukan peran anda yg inisiatif, inovatif, ekspresif & konsisten untuk memosisikan diri anda saat tidak berada pada posisi lead singer (giliran membawakn lagu).
Kemampuan komunikasi anda yg handal juga diperlukan disini. Anda perlu utk menguatkan keberadaan anda dengan komunikasi yang segar & menarik.




By Krisna